Belajar bahasa inggris itu menyenangka, syaratnya di bawa happy aja. Kalau dibilang susah emang iya sih. Hal tersebut dikatakan susah karena kita nggak suka sama yang kita pelajari kan?. Nah, sebenarnya memang bisa dikatakan demikian. Bayangkan kalau kita tidak menyukai sesuatu pastinya kita males untuk mengenal lebih jauh, males meluangkan waktu, ketemu masalah sedikit langsung putus asa dan bilang “Duh, susah.”Beda lagi kalau kita menyukai sesuatu, apapun yang terjadi kita pasti akan berusaha mati-matian untuk mencari tahu. Jadi kesimpulannya, kalau kita suka yang susah terasa mudah dan hal ini berlaku sebaliknya. Makanya awali dengan suka terlebih dahulu. Okey lanjut.
Mengenai cara yang tepat belajar bahasa Inggris setiap orang pasti berbeda-beda hal tersebut tentu berpengaruh pada kebutuhan masing-masing individu। Sepertinya hampir semua orang sepakat bahwa, Listening, Speaking, Reading dan Writing disebut dengan 4 keterampilan bahas, Iya lah। Karena dengan mampu menguasai keempat skill tersebut kita mampu berkomunikasi. Kembali lagi pada arti dari bahasa itu sendiri yaitu is a system of arbitrary vocal / visual symbol used for human communication. Jadi simple aja kan hanya dengan menguasai ke empat aspek itu aja.
Menurut hemat saya, ada beberapa tahapan dalam mempelajari bahasa inggris, sebelum mencapai keempat skill tersebut (Listening, Speaking, Reading dan Writing) Yaitu :
Pertama, pronunciation
Pronunciation merupakan salah satu ketrampilan wajib yang harus kita miliki pada pembentukan speaking skill. Dalam percakapan antara orang Indonesia dengan native speaker (pembicara asli), seringkali terjadi kesalahpahaman salah satu penyebab utama adalah Pronunciation yang salah sehingga menimbulkan perbedaan arti dan akhirnya kesalahpahaman.
Kedua, vocabulary
Vocabulary, sangat mempengaruhi Listening, Speaking, Reading dan Writing. Buktinya, apa jadinya kalau kita sedang baca, bicara, atau nulis bahasa inggris tapi nggak tahu apa bahasa inggrisnya. Terus apa jadinya kalau kita mendengar orang berbahasa inggris namun kita nggak tahu apa artinya. Se-master apa pun grammarnya kalau nggak tau, hasilnya nol besar. Namun hal ini bisa disiasati tenang aja kok, banyak kamus elektrik kan!. Tapi percayalah hal tersebut akan sangat banyak menyita waktu. Yang ada bulenya ke buru kabur sebelum ngetik katanya selesai. So, coba aja di tebak-tebak karena biasanya nyerempet-nyerempet kok artinya. Beneran.
Ketiga, Grammar
Jika kita ingin membentuk kemampuan writing dengan baik tentu saja grammar perlu dipelajari secara khusus, karena apa yang ada dalam bahasa tulisan adalah gaya bahasa standar formal. Namun ada satu hal yang perlu di garis bawahi dalam mempelajari bahasa inggris. Apa? Grammar bisa dikatakan penting karena dengan tidak memahami makna gramatikal, dapat menyebabkan isi/pesan salah.
Hemat saya sebaiknya tidak usah belajar Grammar dari buku-buku ber Bahasa Indonesia. Maaf bukan mengatakan karena buku-buku tersebut tidak bagus, tapi bagi yang ingin mendalami grammar dan mengupas sampai keakar-akarnya, bacaan yang berteks bahasa inggris akan lebih mengena dalam pemahamannya. Sekedar opini saja. Tapi apabila kita masih pemula tentu saja kita harus belajar dari dasar-dasarnya. Tentu saja buku-buku yang berteks bahasa Indonesia yang lebih mudah dimengerti dan ketangkap esensinya.
Keempat, Culture
Belajar bahasa Inggris bukan sekedar tentang mengenal grammar, vocabulary, dan spelling. Tapi juga tentang mengenal budaya. Itu artinya, dengan belajar bahasa Inggris, kita belajar untuk mengenal budaya lain. Dan itu akan membuat sikap kita jadi lebih positif terhadap orang yang berasal dari kultur dan budaya lain. Skill seperti itu, bukan cuma dapat meningkatkan pemahaman kita terhadap budaya lain, tapi juga budaya sendiri. Itu artinya, dengan belajar bahasa dan budaya orang lain, membuat kita jadi lebih paham mengenai bahasa dan budaya kita sendiri. Sepakat kan mengatakan bahwa budaya tiap Negara itu berbeda?.
Last but Not Least, saya sekedar share apa yang saya pahami, semoga bisa sama-sama memudahkan untuk mendapatkan ilmu dimanapun kita bealajar. Untuk membentuk skill perlu waktu, perlu tenaga, perlu disiplin. Tidak ada satupun kursus di dunia ini yang sim salabim bisa membuat lidah kita lancar cas cis cus berbicara bahasa inggris. Unuk itu tetap kan syaratnya “harus belajar”. Mulailah dari menyukai bahasa inggris terlebih dahulu, sampai kita kecanduan untuk mempelajarinya. Setelah itu tentukanlah waktu yang tepat untuk mempelajarinya. Walaupun belajar hanya sebentar tapi tiap hari lebih efektif dari pada berjam-jam dalam satu minggu. Yang terpenting prakteknya, buat apa bisa atau mengerti tapi nggak di praktekan. Misalnya untuk melatih kepekaan listening dan speaking, kita bisa melakukan hal yang menyenangkan seperti mendengarkan lagu-lagu berbahasa inggris terka-terka apa liriknya kalau mentok ya coba googling aja teksnya. Terus nyayikan lagunya semirip mungkin, maksudnya dalam hal pronunciation, urusan merdu atau nggaknya urusan belakangan. Sekedar saran aja, kalau kita mengunjungi tempat-tempat wisata biasanya kan suka ada turisnya tuh, nah pede aja ngobrol sama mereka. Native speaker nya ngerti atau nggak? Kembali lagi urusan belakangan. Untuk melatih reading, kita bisa membaca apapun teks bahasa inggris dengan suara keras, sekali-kali boleh juga baca cerita, novel, majalah, koran dll yang berteks bahasa inggris tentunya. Sedangkan untuk melatih writing, suka menulis diary? Pake bahasa Indonesia? Nggak aman kan jika suatu saat terbaca sama orang lain. So, coba-coba aja pake bahasa inggris, elit kan. Nah disitu kita bisa dengan bebas mengeksplor tulisan kita. Orang-orang nggak perlu tahu tulisan kita benar atau nggak, yang berhak menilai Cuma kita sendiri yang penting ketika kita sudah belajar dan tahu itu salah ya jangan di ulangi di lembar berikutnya. Tapi terserah sih, hanya sekedar pendapat. So, Kursus bahasa Inggris terbaik adalah diri kita sendiri.
Ayo kawan No Gain no Pain , tetap semangat belajar.
Nama Lengkap : Eka Ari Astuti
(Exca Ari Jaztiva)
TTL : 13 Desember 1991
http://wwwexcajaztiva-exca.blogspot.com


Mengenai cara yang tepat belajar bahasa Inggris setiap orang pasti berbeda-beda hal tersebut tentu berpengaruh pada kebutuhan masing-masing individu। Sepertinya hampir semua orang sepakat bahwa, Listening, Speaking, Reading dan Writing disebut dengan 4 keterampilan bahas, Iya lah। Karena dengan mampu menguasai keempat skill tersebut kita mampu berkomunikasi. Kembali lagi pada arti dari bahasa itu sendiri yaitu is a system of arbitrary vocal / visual symbol used for human communication. Jadi simple aja kan hanya dengan menguasai ke empat aspek itu aja.
Menurut hemat saya, ada beberapa tahapan dalam mempelajari bahasa inggris, sebelum mencapai keempat skill tersebut (Listening, Speaking, Reading dan Writing) Yaitu :
Pertama, pronunciation
Pronunciation merupakan salah satu ketrampilan wajib yang harus kita miliki pada pembentukan speaking skill. Dalam percakapan antara orang Indonesia dengan native speaker (pembicara asli), seringkali terjadi kesalahpahaman salah satu penyebab utama adalah Pronunciation yang salah sehingga menimbulkan perbedaan arti dan akhirnya kesalahpahaman.
Kedua, vocabulary
Vocabulary, sangat mempengaruhi Listening, Speaking, Reading dan Writing. Buktinya, apa jadinya kalau kita sedang baca, bicara, atau nulis bahasa inggris tapi nggak tahu apa bahasa inggrisnya. Terus apa jadinya kalau kita mendengar orang berbahasa inggris namun kita nggak tahu apa artinya. Se-master apa pun grammarnya kalau nggak tau, hasilnya nol besar. Namun hal ini bisa disiasati tenang aja kok, banyak kamus elektrik kan!. Tapi percayalah hal tersebut akan sangat banyak menyita waktu. Yang ada bulenya ke buru kabur sebelum ngetik katanya selesai. So, coba aja di tebak-tebak karena biasanya nyerempet-nyerempet kok artinya. Beneran.
Ketiga, Grammar
Jika kita ingin membentuk kemampuan writing dengan baik tentu saja grammar perlu dipelajari secara khusus, karena apa yang ada dalam bahasa tulisan adalah gaya bahasa standar formal. Namun ada satu hal yang perlu di garis bawahi dalam mempelajari bahasa inggris. Apa? Grammar bisa dikatakan penting karena dengan tidak memahami makna gramatikal, dapat menyebabkan isi/pesan salah.
Hemat saya sebaiknya tidak usah belajar Grammar dari buku-buku ber Bahasa Indonesia. Maaf bukan mengatakan karena buku-buku tersebut tidak bagus, tapi bagi yang ingin mendalami grammar dan mengupas sampai keakar-akarnya, bacaan yang berteks bahasa inggris akan lebih mengena dalam pemahamannya. Sekedar opini saja. Tapi apabila kita masih pemula tentu saja kita harus belajar dari dasar-dasarnya. Tentu saja buku-buku yang berteks bahasa Indonesia yang lebih mudah dimengerti dan ketangkap esensinya.
Keempat, Culture
Belajar bahasa Inggris bukan sekedar tentang mengenal grammar, vocabulary, dan spelling. Tapi juga tentang mengenal budaya. Itu artinya, dengan belajar bahasa Inggris, kita belajar untuk mengenal budaya lain. Dan itu akan membuat sikap kita jadi lebih positif terhadap orang yang berasal dari kultur dan budaya lain. Skill seperti itu, bukan cuma dapat meningkatkan pemahaman kita terhadap budaya lain, tapi juga budaya sendiri. Itu artinya, dengan belajar bahasa dan budaya orang lain, membuat kita jadi lebih paham mengenai bahasa dan budaya kita sendiri. Sepakat kan mengatakan bahwa budaya tiap Negara itu berbeda?.
Last but Not Least, saya sekedar share apa yang saya pahami, semoga bisa sama-sama memudahkan untuk mendapatkan ilmu dimanapun kita bealajar. Untuk membentuk skill perlu waktu, perlu tenaga, perlu disiplin. Tidak ada satupun kursus di dunia ini yang sim salabim bisa membuat lidah kita lancar cas cis cus berbicara bahasa inggris. Unuk itu tetap kan syaratnya “harus belajar”. Mulailah dari menyukai bahasa inggris terlebih dahulu, sampai kita kecanduan untuk mempelajarinya. Setelah itu tentukanlah waktu yang tepat untuk mempelajarinya. Walaupun belajar hanya sebentar tapi tiap hari lebih efektif dari pada berjam-jam dalam satu minggu. Yang terpenting prakteknya, buat apa bisa atau mengerti tapi nggak di praktekan. Misalnya untuk melatih kepekaan listening dan speaking, kita bisa melakukan hal yang menyenangkan seperti mendengarkan lagu-lagu berbahasa inggris terka-terka apa liriknya kalau mentok ya coba googling aja teksnya. Terus nyayikan lagunya semirip mungkin, maksudnya dalam hal pronunciation, urusan merdu atau nggaknya urusan belakangan. Sekedar saran aja, kalau kita mengunjungi tempat-tempat wisata biasanya kan suka ada turisnya tuh, nah pede aja ngobrol sama mereka. Native speaker nya ngerti atau nggak? Kembali lagi urusan belakangan. Untuk melatih reading, kita bisa membaca apapun teks bahasa inggris dengan suara keras, sekali-kali boleh juga baca cerita, novel, majalah, koran dll yang berteks bahasa inggris tentunya. Sedangkan untuk melatih writing, suka menulis diary? Pake bahasa Indonesia? Nggak aman kan jika suatu saat terbaca sama orang lain. So, coba-coba aja pake bahasa inggris, elit kan. Nah disitu kita bisa dengan bebas mengeksplor tulisan kita. Orang-orang nggak perlu tahu tulisan kita benar atau nggak, yang berhak menilai Cuma kita sendiri yang penting ketika kita sudah belajar dan tahu itu salah ya jangan di ulangi di lembar berikutnya. Tapi terserah sih, hanya sekedar pendapat. So, Kursus bahasa Inggris terbaik adalah diri kita sendiri.
Ayo kawan No Gain no Pain , tetap semangat belajar.
Nama Lengkap : Eka Ari Astuti
(Exca Ari Jaztiva)
TTL : 13 Desember 1991
http://wwwexcajaztiva-exca.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar